Umur kita bukan sekedar jumlah deretan waktu
tapi sejauh mana kita mampu mengisi dan memberi arti,
maka makna panjang umur bukan ditentukan berapa lama kita hidup didunia ini,
tapi sangat ditentukan oleh prestasi dan berapa banyak amal sholih yang kita kerjakan.
![]() |
KH Imam Chambali & Mubarak |
Mari kita renungkan apa yang telah dikatakan oleh Imam Ibnu
‘Atho’illah As-Sakandariy ra. dalam Al-Hikam “ amal adalah potret
lahiriah dari niat dan keinginan, pengalaman lahiriyah adalah cermin
hakikat keadaan batin ” sabda ini cukup pendek tapi makna cakupannya
sangat luas, mengandung mutiara-mutiara yang sangat berharga diantaranya
kita dituntut untuk pandai menata niat sebab bagusnya niat sangat
menentukan bagusnya amal. Kedua, pengalaman lahiriyah merupakan cerminan
dari keadaan batin sesorang, ibarat pepatah dalamnya laut bisa terukur,
dalamnya hati tidak bisa diukur, untuk melihat keadaan batiniyah
seseorang bisa kita lakukan dengan melihat keadaan lahiriyahnya , bila
keadaan lahiriyahnya kusut masai maka hatinya juga sedang dalam keadaan
kusut dan sumpek, bila kelihatan ceria dan berbunga-bunga maka batinnya
juga bahagia, Orang itu bila sering merasa susah dan sumpek maka daya
tahan tubuhnya akan mengalami penurunan, metabolisme tubuhnya akan
mengalami gangguan, sebagaimana yang telah dikatakan oleh sebagian
dokter“ketenangan jiwa adalah separuh dari kesehatan badan”. Ketiga amal
tak akan gagal bila disertai dengan niat yang ikhlas, puncak keikhlasan
adalah kesadaran bahwa diri kita ini tidak mempunyai kekuatan dan
kemampuan apapun tanpa mendapat izin dan pertolongan Allah, Laa haula
walaa quwwata illa billahil ‘aliyyi adzim, kesadaran ini bila kita tanam
kuat-kuat dalam sanubari kita Insya Allah kita akan terhindar dari
sikap sombong, Insya Allah kita akan selamat dari sikap dan lupa diri,
lawan ikhlas adalah riya’, orang yang marah ketika disebut aibnya adalah
orang yang riya’, orang yang terpacu amalnya ketika dipuji dan
mengendur amalnya ketika dicela adalah orang yang riya’, orang yang giat
di hadapan orang dan bermalas-malasan di waktu sendirian adalah orang
yang riya’.
Dzunnun Al-Mishri berkata“setengah dari tanda-tanda keikhlasan adalah
pujian dan celaan orang baginya tidak ada bedanya”salah satu penyakit
hati yang menyebabkan kekufuran adalah riyak, orang riya’ biasanya
mencari kesuksesan didunia ini dengan melakukan berbagai ibadah,
kemudian mengabarkan kesalehannya kepada orang lain, riya’ adalah salah
satu perwujudan sifat nifaq, yaitu berusaha menampilkan suatu sikap yang
bertentangan dengan kenyataannya, lawan riya’ adalah ikhlas, ikhlas
adalah berbuat dan berprilaku selaras dengan iman, makin kuat iman
seseorang makin lebar terbuka peluang untuk tampil menjadi pribadi yang
ikhlas, makin tipis iman seseorang Insya Allah makin tipis peluang untuk
menjadi pribadi yang ikhlas, sikap ikhlas lahir dari kesungguhan untuk
mencari jalan keselamatan dunia akhirat melalui ketaatan kepada Allah
SWT, bila orang ingin mencapai keselamatan dunia akhirat maka inilah
satu-satunya jalan, sekarang ini banyak orang mengharapkan keselamatan
tapi tidak mau menapaki jalan ketaatan kepada Allah malah banyak
melakukan pelanggaran terhadap hukum-hukum yang telah ditetapkan Allah.
Semoga kita diberi petunjuk dan pertolongan oleh Allah untuk mampu
menampilkan sikap yang sesuai dengan apa yang telah digariskan Allah
melalui risalah Rosul SAW.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar