
Manusia dilahirkan dalam kondisi yang
berbeda-beda, kita tidak berhak memaksa orang lain untuk menjadi sama
dengan kita, namun semua sama sebagai ciptaan Allah, makanya kalau kita
menjumpai orang yang kurang sempurna dalam tampilan fisiknya kita jangan
lantas memperolok-oloknya, karna sama saja kita memperolok sang
penciptanya. didalam keberbedaan dan keragaman tersebut terdapat
tanda-tanda keagungan dan kebesaran allah, swt. Islam mengajarkan bila
kita menemukan kenikmatan dan kelapangan kita harus bersyukur,
sebaliknya bila kita menemukan kesempitan dan kesusahan kita harus
banyak bersabar.
Al-hujjatul Islam Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali berkata “
syukur mengandung dua makna yaitu; syukur berarti menyadari secara
sungguh-sungguh besarnya nikmat Allah yang diberikan kepada kita, kedua
syukur dalam arti menggunakan semua nikmat sesuai dengan maksud
pemberinya, yaitu sebagai sarana pengabdian kita kepada Dia sang pemberi
nikmat”. Bila kita memiliki kesadaran ini maka kita akan terlepas
dari sifat sombong, pongah dan lupa diri karna menyadari bahwa segala
apa yang ada pada diri kita hanyalah sebagai titipan semata yang suatu
saat pasti akan diambil oleh sang pemiliknya. Bila kita mampu
melaksanakan syukur dalam pengertian dua makna ini maka bukan hanya
nikmat kita yang akan ditambah oleh allah tapi juga akan membawa
kesejahteraan dalam lingkungan sosial kita karna kita mau berbagi
terhadap sesama.
Dalam surat Ali Imron : 200 Allah menegaskan bahwa tingkatan kesbaran ada tiga,
yaitu;- Ishbiruu, sabar dalam arti siap mental dalam menghadapi kesulitan, karna kehidupan pasti akan mengalami pasang surut. Bagi orang yang selalu mengalami kesulitan saya sarankan untuk memperbanyak membaca istighfar.
Dalam kehidupan berumah tangga kita sering
menemui kesulitan, terkadang rizqi lancar, istri taat, anak yang jadi
ganjalan, tingkahnya selalu makan hati, sulit dinasihati maka bila kita
mempunyai anak yg seperti ini selain menasihati dan memberikan contoh
yang baik lewat prilaku kita, kita juga harus mau nirakati memohonkan
kepada Allah agar hati anak kita yang bebal ini dibuka oleh Allah, sebab
semua hati itu ada dalam genggaman Allah, bila Allah berkenan membuka
hati anak kita, maka sepersekian detik anak yang awalnya bebal sulit
dinasihati akan berubah 180 ͦ menjadi anak yang patuh dan menjadi
permata hati. kenapa orang tua harus memintakan jalan petunjuk bagi
anaknya, karna do’a orang tua terhadap anaknya ibarat do’anya Nabi
kepada umatnya jadi pasti akan dikabulkan oleh Allah. Ikhtiyar dan do’a
merupakan jalan tol untuk menuju nsukses, orang yang mau berikhtiyar dan
berdo’a diberi bonus 95% persen akan berhasil, orang yang berhasil yang
hanya mengandalkan keberuntungan hanya 5%, angka ini bukan sebuah rumus
matematik bukan pula sebuah statistik tapi merupakan rumus agar kita
mampu mensinergikan antara usaha dan do’a
- Shoobiru, sabar dalam arti ulet dan tahan banting dalam usaha mencari jalan keluar dalam setiap masalah serta tidak mudah putus asa. Orang-orang besar yang berhasil hanya sekitar 10-15% yang diantarkan oleh kecerdasan dan yang selebihnya diantarkan oleh keuletan dalam mencari solusi dalam setiap masalah dan tidak mudah berputus asa dalam berusaha, karna tidak ada satu derajat kemuliaanpun yang tidak disertai cobaan dan ujian
- Roobithuu, sabar dalam arti waspada dalam menghadapi segala kemungkinann, karna rumus dunia itu serba mungkin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar