![]() |
KH. Hasyim Muzadi, Mubarok, KH. Mahfud MD |
Khalifah Umar bin Khathab memiliki kebiasaan berkeliling ke
rumah-rumah penduduk untuk mengetahui secara langsung kondisi rakyat yg
dipimpinnya. Ketika melewati sebuah rumah, Khalifah mendengar suara
tangis seorang wanita. Beliau lantas menghentikan langkahnya.
Didengarnya ada seorang wanita berkata kepada anak-anaknya, “Allah lah
yg akan mengadili antara aku dan Umar bin Khathab.”
Khalifah Umar penasaran, ingin tahu apa yg terjadi dan juga ingin meredakan kesusahan yg dialami keluarga yg berada di rumah itu.
Khalifah Umar penasaran, ingin tahu apa yg terjadi dan juga ingin meredakan kesusahan yg dialami keluarga yg berada di rumah itu.
Beliau kemudian mengetuk pintu dan dipersilakan masuk. Seisi rumah
itu belum pernah ada yg mengenal dan melihat wajah Umar bin Khathab.
Khalifah Umar bertanya kepada wanita yg ada di rumah itu, “Apa yg telah dilakukan Umar kepadamu?”
“Dia telah mengirim suamiku ke sebuah peperangan. Suamiku
meninggalkan anak-anak yg masih kecil. Aku tidak memiliki apapun untuk
aku gunakan menafkahi mereka.” jawab wanita tsb.
Seketika menangislah anak-anak kecil yg ada di situ sambil berkata, “Amirul mu’minin telah melalaikan kami.”
Tanpa pikir panjang Khalifah bergegas pamit. Beliau segera mengambil sekarung tepung dan beberapa potong daging yg diangkut ke atas punggungnya. Seseorang yg ada di sampingnya heran melihat Khalifah melakukan hal tsb. Dia kemudian berkata, “Letakkanlah, biar aku saja yg membawanya.”
“Tidak. Jika kamu memikul ini di dunia, siapakah yg akan memikul
dosaku di hari kiamat kelak?” jawab Khalifah Umar dengan berlinang air
mata.
Beliau menangis sampai memasuki rumah wanita yg dimasukinya tadi.
Khalifah kemudian membuat tepung dari gandum yg dibawa, menghidupkan api
di dapur dan memasak roti & daging. Setelah makanan matang, beliau
membangunkan anak-anak kecil di rumah itu kemudian disuapi dengan tangan
beliau sendiri hingga mereka kenyang.
Sebelum pamit Khalifah mengungkap siapa dirinya sambil memohon,
“Jadikanlah diriku terbebas dari tuntutan. Jangan kalian tuntut aku di
hari kiamat kelak.”
Mereka mengiyakan permohonan tersebut. Khalifah lantas pulang dengan perasaan lega.
* * *
Sangat relevan dengan kisah ini, adalah sabda Kanjeng Rasulullah SAW.
سيد القوم خادمهم
“Pemimpin masyarakat adalah pelayan bagi mereka.”
***
Ya Allah, kami merindukan sosok pemimpin yg seperti ini.
Semoga pemimpin-pemimpin kita bisa meneladani sikap tanggung jawab Amirul Mu’minin Umar bin Khathab. amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar